Performa Gojek, Turunnya Cepat Naiknya Lambat ?

Performa Gojek, Turunnya Cepat Naiknya Lambat ?

Sejak pertengahan bulan Agustus 2016 lalu pihak Gojek telah memperbaharui versi aplikasi driver Gojek dengan memasukan menu performa sebagai salah satu fitur yang ditambahkan dalam versi tersebut.

Munculnya menu performa Gojek ini kemudian menimbulkan banyak pertanyaan seperti untuk apa menu tersebut, bagaimana cara perhitungan performanya dan apa juga pengaruhnya kepada para driver Gojek nantinya.

Jika dilihat dari namanya dengan istilah performa, maka menu tersebut bisa ditebak bahwa fitur performa Gojek itu untuk mengukur kinerja para driver Gojek dalam melayani pelanggannya. 

performa gojek, formula performa gojek, gojek online, htungan performa gojek, bonus gojek, batas performa gojek


Namun yang selanjutnya menjadi pertanyaan adalah kinerja seperti apa yang dimaksud? Apakah hanya sebatas berapa banyak menerima order? Atau ada kinerja lain yang diukur dari performa Gojek ini?

Secara resmi Gojek tidak mengumumkan bagaimana formula dari pengukuran performa Gojek, apakah ada faktor lain selain faktor penerimaan panggilan terhadap order yang masuk.

Dari pengamatan terhadap performa Gojek, nilai performa Gojek ini dipengaruhi seberapa banyak seorang driver Gojek mau menerima order yang masuk kepadanya mengingat perfroma Gojek ini diukur dari acceptance rate (tingkat penerimaan) seorang driver dan bukan completion rate (tingkat penyelesaian orderan)-nya.


Apa Bedanya Acceptance Rate dengan Completion Rate ?
Acceptance Rate atau tingkat penerimaan panggilan adalah persentase yang menunjukan seberapa banyak seorang driver menerima panggilan atau order yang masuk kepadanya.

Hitungan menerima order dalam acceptance rate disini adalah hanya sebatas driver meng-OK-kan panggilan yang masuk, jadi jika ia me-ok-kan order yang masuk maka hal itu sudah dihitung berhasil walaupun pada kenyataannya ia/customer me-cancel orderan itu karena suatu hal/alasan tertentu.

Misal dalam satu hari seorang driver mendapat order panggilan sebanyak 20 kali dan ternyata ia hanya menerima 15 dari order yang masuk dan dari 15 order yang ia terima ternyata hanya 13 order saja yang ia bisa selesaikan dan 2 order dicancel, maka nilai acceptance rate yang ia dapat adalah ((15/20)x100%) = 75%. 

Dua order yang driver atau customer cancel tersebut tetap masuk dalam hitungan acceptance rate.


Dalam acceptance rate terlihat bahwa dua order yang dicancel tersebut tetap masuk dalam hitungan, namun ini nanti akan berbeda halnya dengan hitungan pada completion rate.


Completion Rate
Dalam completion rate yang diukur adalah seberapa banyak seorang driver dapat menyelesaikan order yang masuk. Ingat bahwa hitungan diukur dari tingkat penyelesaian order (bukan hanya tingkat penerimaan order), sebab menerima order belum tentu menyelesaikan order.

Misal ada satu order yang masuk kemudian anda terima, tapi ketika anda mau jalan ternyata ban bocor sehingga anda me-cancel order tersebut maka hitungan penerimaan order anda sudah bertambah satu tapi hitungan penyelesaian order tidak bertambah sebab anda cancel sehingga order tidak terselesaikan.

Dari penjelasan diatas sudah dapat terlihat bedanya cara menghitung acceptance rate dan completion rate. 

Dengan demikian dari contoh kasus diatas dimana seorang driver Gojek mendapat 20 kali order yang 15 kali ia terima dan diantara 15 yang terima ternyata ada 2 yang cancel, maka completion rate-nya adalah ((13/20)x100%)=65% sementara itu untuk acceptance rate-nya ((15/20)x100%) = 75%.



Apakah Performa Gojek Murni Menggunakan Accepatance Rate ?
Pertanyaan selanjutnya adalah apakah Gojek memang murni menggunakan formula acceptance rate ini pada hitungan performa Gojek? Pertanyaan ini muncul karena angka yang muncul dalam performa Gojek tidak selalu pas dengan hitungan rumus diatas.

Kalaulah memang murni menggunakan acceptance rate diatas, maka para driver sudah bisa menghitung dan mengkalkulasi performanya untuk dibandingkan dengan hitungan dari Gojek tapi pada kenyataannya sangat berbeda.

Banyak driver Gojek yang tidak bisa memperkirakan nila performa Gojek-nya karena pihak Gojek memang tidak menginformasikan formula perhitungan performa Gojek secara lengkap. 

performa gojek, formula performa gojek, gojek online, htungan performa gojek, bonus gojek, batas performa gojek


Melihat banyaknya keluhan performa Gojek yang turun drastis hanya karena tidak menerima satu order yang masuk, maka tentu ada faktor lain yang digunakan Gojek selain acceptance rate diatas. 


 

 
Misal Gojek juga memperhitungkan waktu saat rush hour atau tidak. Atau juga rating bintang yang diberikan customer terhadap seorang driver Gojek.

Dari belum jelasnya formula performa Gojek yang kemudian memunculkan keluhan-keluhan nilai performa yang turun drastis dan naiknya sedikit-sedikit, maka memunculkan istilah bahwa nilai performa Gojek turunnya cepat tapi naiknya lambat. Benarkah itu ?











Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Performa Gojek, Turunnya Cepat Naiknya Lambat ?"

Poskan Komentar