Benarkah Gojek Kehabisan Uang?

Benarkah Gojek Kehabisan Uang?

Saat ini Gojek memiliki sekitar 200.000 mitra Gojek untuk mendukung operasional Gojek guna memenuhi kebutuhan konsumen dalam bertransportasi. Dengan jumlah mitra Gojek sebesar itu tentunya bisa dibayangkan berapa jumlah uang yang harus dicadangkan oleh Gojek setiap harinya jika ada mitra yang akan menarik uang depositnya.

Misalkan saja satu hari ada 500 driver Gojek yang withdraw dengan besaran Rp 300.000, maka sehari Gojek harus menyediakan uang sebesar Rp 150.000.000.

Itu hanya gambaran 500 driver, lalu bagaimana jika ternyata jumlahnya lebih dari itu?

Belum lagi untuk operasional karyawan dan juga kantor yang tentunya memerlukan biaya tiap bulan yang juga tidak sedikit. Selain itu keberadaan subsidi yang masih diberikan Gojek juga menjadi beban utama yang harus ditanggung Gojek agar layanan Gojek tetap diminati oleh para konsumen ditengah persaingan ojek online yang makin ketat. 

gojek kehabisan uang, gojek bangkrut, gojek tutup, gojek gulung tikar


Apa Benar Gojek Kehabisan Uang? Gojek Bangkrut?
Nadiem Makarim selaku bos Gojek juga mengakui bahwa perusahaan yang dipimpinnya tersebut sedang mengalami krisis keuangan akibat subsidi yang terus-menerus diberikan agar tarif Gojek tetap murah. Subsidi yang terus menerus diberikan tersebut sangat besar jumlahnya sehingga menjadi beban operasional yang sangat besar bagi Gojek.

Gojek sebagai pelaku bisnis ojek online menyatakan tidak akan terus-terusan untuk membakar uang alias memberikan subsidi agar tarif Gojek dirasa lebih murah, sebab jika hal itu terus dilakukan maka bisnis Gojek ini nantinya tidak akan bisa bertahan lama. 


Namun di lain sisi Gojek juga terus berusaha agar ia tetap dapat bersaing dengan para pelaku bisnis ojek online lain seperti Uber Motor dan juga Grabbike.

Kondisi ini sudah mulai dirasakan konsumen dengan adanya beberapa kali perubahan skema tarif layanan Go-Ride khususnya yang berada di wilayah Jabodetabek. Perubahan tarif yang sewaktu-waktu bisa terjadi tersebut kemungkinan juga untuk menjajagi respon konsumen terhadap tarif yang mulai dibuat lebih mahal apakah mereka masih loyal terhadap layanan Gojek atau tidak.


Mencari Investor Baru
Ditengah krisis keuangan yang dialami Gojek maka saat ini Gojek sedang berusaha mencari investor baru agar ia tetap dapat menjalankan bisnisnya dengan skema tarif yang saat ini sudah ia jalankan.

Suntikan dana tersebut sangat diperlukan Gojek selama Gojek belum mencabut semua subsidi yang selama ini ia berikan agar tarif tetap bisa murah nantinya.

Menurut Nadiem, saat ini sudah ada beberapa investor yang berminat untuk membantunya dalam permodalan ini. Beberapa modal ventura dan juga perusahaan ekuitas swasta menyatakan tertarik untuk memberikan suntikan dana ke Gojek.

Seberapa besar suntikan dananya, maka hal itu masih menjadi diskusi antara Gojek dengan para investor baru tersebut. 

Jadi apakah Gojek kehabisan uang atau mungkin Gojek bangkrut? Mudah-mudahan saja dengan adanya investor baru tersebut dapat membantu Gojek dalam operasional lagi.





Subscribe to receive free email updates:

1 Response to "Benarkah Gojek Kehabisan Uang?"

  1. Masukan Buat Nadiem CEO GO-JEK:
    Anda harus menghapus point karena dimanfaatkan sebagai order fiktif untuk target income harian driver.
    Saat ini banyak driver yg disuspend management yang menggunakan akun bodong milik driver lain dengan cara disewakan.
    Operator IT harus diawasi, barangkali memanfaatkan akun driver yang mengundurkan diri/resign untuk menjual ke para driver suspend.
    Management gojek supaya sehat harus menghapus sistim point dengan kompensasi harga km agak murah dan menghapus subsidi

    BalasHapus