Auto Bid Gojek, Apa Itu ?

Auto Bid Gojek, Apa Itu ?
Kata nge-bid biasa digunakan pada tukang ojek online di Gojek,Grabbike atau ojek online lainnya sebagai istilah untuk mengambil order yang masuk melalui aplikasi ojek online. Seperti dikita ketahui bahwa setiap ada order yang masuk ke sistem aplikasi ojek online maka para tukang ojek online akan berebut mendapatkan orderan yang masuk tersebut. Jadi jangan heran jika melihat tukang ojek online yang sedang nongkrong di pinggir jalan terlihat mantengin HP yang dibawanya. Iya, mereka sedang memonitor aplikasi ojek onlinenya siapa tahu ada order yang masuk, siapa cepat dia dapat.

Dengan banyaknya jumlah tukang ojek online maka peluang untuk mendapatkan orderan juga makin kecil, apalagi jika spesifikasi HP nya kalah tinggi, bakal susah untuk menang dalam nge-bid. Saat ini para driver Gojek juga banyak merasakan susahnya mendapatkan order yang masuk melalui aplikasi Gojek, berbeda dengan saat awal-awal peluncuran Gojek. Banyak yang mengeluhkan sedikitnya order yang masuk dan kalaupun masuk ternyata kalah cepat.

Ada yang mengamati bahwa pada tiap detik tertentu sekitar detik 26 ternyata orderan sudah hilang. Apakah kondisi tersebut memang normal, artinya kalah cepat atau ada hal lain? Bagi mereka yang menggunakan HP dengan kecepatan rendah dalam akses internet tentu akan sering merasa kalah, apalagi jika harus bersaing dengan mereka yang memiliki handset dengan kecepatan internet tinggi.

Seringnya orderan yang hilang tiba-tiba pada detik tertentu tersebut tentu menimbulkan tanda tanya? Kok bisa ya? Ada apa ini? Bukan sudah rahasia lagi bahwa di kalangan driver Gojek juga berkembang isu yang menyebutkan bahwa aplikasi Gojek tersebut bisa dimodifikasi sehingga sesorang akan sering menang dalam mengambil order walaupun pada tempat dan perangkat yang sama dengan driver Gojek lainnya.

Bagi anda yang mengerti pemrograman pada sistem android/iOS tentu bukan hal yang tidak mungkin untuk memodifikasi file apk yang digunakan dalam aplikasi Gojek. Dengan memahami algoritma pemrograman yang digunakan dalam aplikasi Gojek serta sistem akses yang digunakan pada aplikasi Gojek maka hal tersebut sangat mungkin bisa dimodifikasi, terlebih jika sistem keamanan aplikasi Gojek masih banyak yang bolong.

auto bid gojek, gojek online, ojek online


Isu Autobid Gojek
Belum hilang keluhan terhadap order yang tiba-tiba hilang pada detik tertentu yang ramai diperbincangkan di kalangan driver Gojek, maka saat ini juga berkembang isu adanya sistem autobid Gojek. Jika kasus sebelumnya adalah orderan hilang beberapa detik setelah muncul, maka dengan autobid Gojek ini memungkinkan seseorang untuk menang nge-bid tanpa harus menunggu keluarnya orderan di layar aplikasi Gojek. Kok bisa?

Ingat bahwa aplikasi Gojek juga merupakan hasil kompilasi rentetan bahasa pemrograman yang terstruktur dan memiliki alur pemrograman yang jelas dan bertahap. Tidak terlalu sulit memahami bagaimana autobid Gojek tersebut dapat terjadi. 

Kita ambil contoh seperti ini, misal ada truk pembagi sembako gratis yang rutin datang tiap bulan ke daerah anda dan sembako biasa dibagi di depan kantor desa. Karena jumlahnya terbatas maka hanya mereka yang antri pagi yang dapat sembako tersebut. 

Nah, suatu hari saat jadwal sembako gratis akan datang ternyata ada seseorang yang ingin mendapatkan sembako tanpa mau antri sesuai prosedur pengambilannya, maka ia kemudian menghadang truk sembako tersebut sebelum sampai di kantor desa untuk meminta jatah sembako. 

Jika sistem keamanan truk sembako tersebut kuat maka orang tersebut tidak bisa mengambil sembako di tengah jalan tapi jika keamanan truk sembakonya lemah maka akan sangat mudah dicuri sebelum ia sampai ke kantor desa.

Kaitannya dengan proses autobid Gojek, maka proses orang menghadang sembako saat dalam perjalanan itulah yang memungkinkan terjadinya autobid pada Gojek dengan melakukan modifikasi script pada bahasa pemrograman aplikasi Gojek sehingga dengan autobid Gojek tersebut akan selalu mendapat order sebelum sempat yang lain mengambil. Tapi ingat bahwa modifikasi script secara ilegal tidak akan berarti apa-apa jika sistem keamanan pada aplikasi Gojek tersebut kuat.

 
Apapun alasannya dengan mencoba-coba untuk melakukan autobid Gojek ini tentu merupakan tindakan ilegal dan dapat merugikan orang lain. Bisa jadi secara order anda akan mendapat lebih banyak order namun apakah kita akan merasa nyaman dengan cara seperti itu? Dibalik keberhasilan dengan cara autobid Gojek diluar aturan yang ditetapkan biasanya akan menimbulkan rasa was-was dan jika terbukti curang bisa jadi anda kena suspend Gojek atau sanksi lainnya.



Subscribe to receive free email updates:

6 Responses to "Auto Bid Gojek, Apa Itu ?"

  1. Min contoh kejadian dengan di lapangang(gojek) kayaknya gak sinkron. Karena di lapangan sistemnya berebut penumpang bukan ngantri. Makasih

    BalasHapus
  2. Aplikasi gojek perlu diperbaiki, nah barang siapa yang ketahuan menngunakan autobider perlu ditindak secara tuntas, agar para gojek dalam penghidupannya sama, untuk saat ini pihak pengelola aplikasi gojek hanya memberikan perigatan tanpa ada tindakan, salam GO_JEKER

    BalasHapus
  3. kaytanya memang harus di tindak tegas bagi sapa aja yg bermain curang,dan saya harap PT GOJEK juga harus bisa memiliki keamanan yg kuat pada sistem aplikasinya supaya bisa langsung ketauan bagi mereka (driver) gojek yg curang

    BalasHapus
  4. PT Gojeg harus meningkatkan keamanan dan mempunyai sistem driver / pe gojeg yang berlaku curang.
    Tingkat keamanan harus terus di update, karena pelaku akan terus mencari celah.
    Sudah jelas hal ini sangat merugikan sesama driver/pe gojeg.
    Tindak tegas bagi driver/pe gojeg yang curang.

    Mencari rejeki untuk makan/kebutuhan sendiri & anak istri dengan cara curang dan merugikan orang lain, tidak akan membawa berkah, yang ada pasti celaka.
    Mungkin kelihatannya dengan berbuat curang, rejeki akan segera menumpuk, padahal dibalik itu semua .. malapetaka adalah balasan yang akan menimpanya.
    Sebaiknya pelaku segera menghentikannya.
    Bekerja dan mencari nafkahlah dengan giat dan jujur.
    Jangan pernah menjadi bandit kelas teriii.
    Berbuat curang tidak pernah ada dalam kamus seorang gentlemen.


    BalasHapus
  5. Kalau saya sebagai penumpang sih gak masalah ya. Asalkan bisa diantar sampai tujuan. Yang jadi masalah, karena terlanjur ngebid, kemudian mereka gak cocok dengan rute kemudian bilang: "Aduh pak, itu kejauhan. Mohon dicancel please!!!" Hah! Bid itu kan bagian komitmen, bagian dari akad transaksi jual beli jasa, kok seenaknya cancel cancel. Saya GAK AKAN CANCEL. Saya akan biarin sampai dia gak daat penumpang. Toh saya bisa order pesanan lain. Begitu order kadaluarsa, saya kasih rating satu, sebagai peringatan, agar memegang komitmen dengan BID nya. Nah... masih mau coba auto-bid? Silakan, asal dijlankan order nya dengan baik, jangan ngeluh kejauhan. Penumpang punya power

    BalasHapus