Pengalaman Order Fiktif Ojek Online (Gojek), Ikut Nangis Bacanya


Ditengah maraknya layanan ojek online yang saat ini sangat booming, ada saja pihak-pihak tertentu yang memanfaatkan untuk hal-hal yang tidak baik dan semestinya juga tidak perlu untuk dilakukan.

Kehadiran ojek online yang diharapkan bisa menjadi alternatif pilihan sebagai jasa antar jemput atau jasa kurir ternyata tidak selamanya berjalan mulus. Ada saja kendala dan cobaan yang dihadapi oleh pihak penyedia ojek online, pihak driver dan juga pihak konsumen.

Sebagaimana yang terjadi pada akhir bulan Oktober 2015 kemarin bahwa ada seorang driver ojek online (Gojek) yang ternyata adalah seorang bapak yang sudah tidak muda lagi, menerima order dari pemesan makanan melalui aplikasi Gojek.

Sebagaimana kita ketahui bahwa Gojek hadir dengan aplikasi Gojek yang menawarkan banyak pilihan layanan jasa kepada para konsumen memalui aplikasi berbasis Androi dan iOS tersebut. Selain jasa antar jemput, Gojek juga menyediakan jasa Go-Food yang memudahkan para konsumen untuk membeli makanan. Konsumen bisa memesan makanan yang ada di resto yang telah bekerjasama dengan Gojek untuk selanjutnya makanan tersebut akan diantar oleh ojek Gojek ke pihak pemesan.



Melanjutkan cerita bapak Gojek tadi, bapak tersebut menerima order untuk pembelian makanan iga bakar madu sejumlah 20 porsi di resto kawasan Penvil. Bagi pihak resto pun juga sudah biasa menerima order lewat Gojek sehingga pesanan bapak inipun juga dilayani sebagaimana mestinya. 

Singkat cerita akhirnya bapak Gojek tersebut membawa makanan dengan menggunakan dana talangannya sendiri.

Namun akhirnya sekitar 4 jam kemudian bapak tadi kembali ke resto dimana ia pesan iga bakar sambil menenteng bungkusan iga bakar madu yang tadi ia beli. Setelah ditanya oleh pihak resto ternyata alamat yang diberikan oleh pemesan adalah fiktif/palsu sehingga setelah keliling-keliling mencari alamat yang dituju tidak ketemu sampai akhirnya menyerah dan balik lagi ke resto dan memohon kepada pihak resto untuk dapat mengembalikan uangnya. Akhirnya pihak resto mengembalikan uang tersebut plus ongkos ojek yang seharusnya dibayarkan oleh pihak pemesan.


Untuk detil ceritanya bisa anda baca dibawah ini, hasil share dari komunitas Gojek.

 
pengalaman gojek fiktif, ojek online, order ojek palsu
pengalaman order fiktif




Untuk siapa saja, ada baiknya tidak membuat order fiktif yang dapat menyusahkan orang lain. Semisal saja bapak Gojek tadi adalah bapak kita atau mertua kita atau anak kita yang berjuang untuk mencari nafkah, apakah tega jika mereka mengalami hal tersebut?


Semoga share cerita ini dapat menjadi referensi pengalaman hidup bahwa hidup seharusnya dapat lebih bermanfaat untuk kita, keluarga kita dan orang-orang di sekitar kita.

Subscribe to receive free email updates:

2 Responses to "Pengalaman Order Fiktif Ojek Online (Gojek), Ikut Nangis Bacanya"

  1. payanh. .sy opang punya kta ojek tapi nggak bisa masuk gojek...082326300444

    BalasHapus
  2. Mudah Mudahan Dapet Karmanya si Penipu. aamiin

    BalasHapus