Kelemahan Aplikasi Ojek Online Yang Mungkin Terjadi

Kelemahan Aplikasi Ojek Online Yang Mungkin Terjadi
Maraknya bisnis ojek online telah menjadi peluang para driver ojek online untuk menambah penghasilan. Sebut saja Gojek, Grabbike, Blujek, Ojek Syari, Ladyjek serta ojek online-ojek online lainnya yang banyak bermunculan tentu memerlukan mitra ojek online untuk menjadi driver ojek.

Dalam operasionalnya, para pemain bisnis ojek online juga membuat berbagai aplikasi yang berbasis android/iOS sehingga proses pemesanan layanan dapat dilakukan melalui smartphone. Ada aplikasi untuk para driver ojek online dan ada juga aplikasi yang ditujukan kepada para konsumen. 

Jadi jika anda tergabung menjadi driver ojek online, maka anda harus me-install aplikasi khusus untuk para driver, sebab melalui aplikasi tersebutlah informasi/koordinasi untuk driver dilakukan, misal untuk terima pesanan, cek saldo, deposit dll.

Sementara itu untuk aplikasi yang ditujukan kepada konsumen digunakan agar konsumen dapat melakukan pemesanan layanan ojek online.
kelemahan ojek online, kelemahan aplikasi ojek online

Seiring berjalannya waktu dalam bisnis ojek online ternyata ada orang yang memanfaatkan kelemahan sistem aplikasi ojek online untuk mengambil keuntungan yang banyak. Ada driver yang berusaha untuk mencari celah bagaimana mendapatkan kredit yang sebanyak-banyaknya tanpa harus capek-capek antar penumpang melalui prosedur/aturan yang telah ditetapkan dan ada juga konsumen yang memanfaatkan sistem kredit referal melalui instal dan uninstall, sangat disayangkan memang.


 
Apa saja kecurangan yang mungkin terjadi akibat lemahnya aplikasi ojek online?

Tujuan utama dari beberapa kecurangan ini adalah sama yaitu mendapatkan point/kredit yang banyak secara ilegal. Dari sisi driver ada driver yang memanfaatkan kelemahan aplikasi ojek online dengan menggunakan Fake GPS. Fake GPS adalah aplikasi yang dapat digunakan untuk memasang koordinat/letak seseorang/objek yang mana orang/objek tersebut tidak harus berada di lokasi yang sebenarnya. 

Dengan aplikasi Fake GPS ini akhirnya ada driver yang mengakali sehingga seakan-akan ia telah mengantar penumpang dari lokasi awal ke lokasi tujuan sehingga ia mendapat kredit point yang besar walaupun sebenarnya ia tidak melakukan hal tersebut. Ia hanya mengatur posisi di Fake GPS sehingga terkesan telah menyelesaikan order.

Kelemahan kedua yang dapat dilakukan terhadap aplikasi ojek online  adalah dengan membuat order fiktif yang dilakukan melalui dua handphone. Handphone pertama digunakan untuk melakukan order/pesanan dan kemudian handphone kedua digunakan oleh driver untuk mengambil pesanan tersebut padahal yang memesan ia sendiri atau kerabatnya. Jadi istilahnya order yang sengaja dibuat-buat padahal itu bukan order sesungguhnya dari penumpang.

Bagaimana order fiktif ini bisa terjadi padahal order yang diberikan pihak ojek online akan disebar ke beberapa driver ojek online dan siapa cepat dia dapat? Memang benar ketika ada penumpang yang pesan jasa ojek online maka pesanan tersebut akan disebar ke beberapa driver di sekitar lokasi pemesan dan siapa cepat ia dapat, namun dengan menggunakan 2 handphone order fiktif dapat dilakukan walaupun tidak selalu berhasil. 

Misal driver A punya 2 handphone, handphone pertama dibuat order dan handphone kedua sudah disiapkan untuk terima order. Saat pesanan yang ia buat sendiri tersebut masuk ke handphone kedua, maka ia segera mengambilnya tapi jika kalah cepat mengambil order tersebut maka ia segera membatalkan orderannya sendiri dari handphone pertamanya. Itu dilakukan berualng-ulang sampai ia mendapatkan pesanannya sendiri.


Kelemahan berikutnya yang mungkin terjadi adalah ketika sistem untuk mendapatkan point/kredit dari proses referal belum bisa mendeteksi adanya sifat unik dari pelanggan yang mendaftar. Kita ketahui bahwa ada ojek online yang memberikan bonus berupa point tertentu jika ada yang mendaftar di aplikasi pelanggan ojek online dengan memasukan kode referal dari orang lain. 

Nah disinilah muncul kesempatan untuk memanfaatkan sistem referal ini, ketika seseorang sudah me-install dan memasukan kode referal maka ia me-uninstall aplikasi tersebut kemudian me-install nya kembali sehingga ia mendapat point lagi, begitu seterusnya.

Namun kecurangan tersebut akan dapat dihindari jika sistem registrasi ojek online sudah mampu mendeteksi sifat unik dari pendatar, misal melalui kode perangkat/devices handphone yang digunakan atau juga dengan kombinasi identitas lainnya.

 


Dengan adanya beberapa kelemahan ojek online tersebut, mudah-mudahan pihak penyedia aplikasi ojek online ini segera dapat membenahi kekurang yang ada. Dan kepada para pengguna baik sebagai driver dan juga calon penumpang agar dapat menggunakan aplikasi sesuai aturan tanpa harus berlaku curang sehingga semua pihak juga saling diuntungkan.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kelemahan Aplikasi Ojek Online Yang Mungkin Terjadi"

Poskan Komentar