Pengalaman Naik Gojek

Unik-uniknya pengalaman naik gojek mungkin akan membuat kita ikut senang,  sedih/iba atau bisa jadi senyum-senyum sendiri. Ada hal-hal menarik/lucu saat  menggunakan gojek atau saat pertama kalinya kita naik gojek. 

Maklum saja, ini  merupakan aplikasi yang menjembatani antara pengguna dan driver gojek yang  masing-masing belum pernah tahu sebelumnya. Ada yang ingin mencoba gojek karena memang butuh atau bisa jadi karena rasa penasaran ingin tahu gojek itu kayak gimana. Atau karena promosi teman-teman yang  sangat antusias menceritakan gojek. Baca juga cara pesan gojek.

Belum lagi ditambah tarif promo yang ditawarkan gojek sangat terjangkau bagi  penggunanya, bayangin saja sampai jarak 25KM kita hanya bayar Rp10 rebu,  hmmm...sangat murah dan bikin penasaran tentunya.  Banyak cerita pengalaman naik gojek yang bisa kita baca/dengar baik di media sosial, grup-grup  komunitas, obrolan teman-teman kantor, saudara atau pengalaman langsung yang  pernah kita alami.

pengalaman naik gojek, pengalaman lucu naik gojek,gojek,go jek,go-jek,ojek,motorcycle taxi,cara pesan   gojek,cara memesan gojek,aplikasi gojek, daftar gojek,daftar go jek,daftar go-jek,sejarah   gojek,nadiem makarim,siapa nadim makarim,ide awal gojek,ide awal go-jek, penemu gojek,cara daftar   grabbike,grabbike,grab bike,cara pesan grab bike,cara pesan grabbike,cara memesan grabbike,cara   memesan grab bike


Berikut ini beberapa cerita pengalaman naik gojek

Cerita yang dialami salah satu pengguna gojek ini mungkin pernah juga dialami  pengguna gojek lainnya. Setelah order gojek maka tak lama driver gojek nelpon  bahwa ia disamperin ojek-ojek yang berada dekat lokasi penjemputan, sampai-sampai  driver gojek minta agar order dicancel saja mengingat tidak boleh masuk ke area  penjemputan. Akhirnya order batal. Setelah dua kali mengalami hal yang sama  (driver gojek tidak berani masuk) maka mau ngga mau calon penumpang akhirnya  menggunakan ojek yang berada di dekat lokasi penjemputan. 



Ada juga yang tertarik pertama kalinya menggunakan gojek karena memang kondisi  sudah mulai malam setelah acara buka bersama dan kebayang macetnya dari daerah  Casablanca ke rumahnya. Karena tertarik tarif promo yang ada yaitu Rp 10 ribu  sampai jarak 25KM,  maka ia pun langsung install aplikasi gojek. 

Setelah  utak-atik aplikasi gojek untuk order, maka tidak lama driver gojek datang. Kesan  pertama yang dilihat adalah ramah dan bersahabat. Apalagi setelah diberikan  standard perlengkapan gojek yaitu helm dan masker yang semakin menarik dan  meyakinkan. 



Beda lagi dengan salah satu netizen yang baru saja menggunakan gojek. Karena  merasa puas dengan layanan gojek maka sambil mengenakan helm gojek, tidak  malu-malu buat selfi untuk diupdate di medsos. "pertama ngerasain gojek, murah  cuma ceban baik lagi abangnya, norak gue ya?".


Pengalaman naik gojek yang satu ini adalah cerita dari netizen yang ditulis dalam akun Path-nya. Cerita  yang ditulisnya membuat iba dan ikut sedih bagi yang membacanya. Begini cerita yang dutulis dalam akun media sosial miliknya.

" Tadi, gue jalan ke luar PIM disambut sama seorang bapak-bapk agak sepuh berkupluk  yang nawarin ojek. Gue tolak sopan karena udah order GoJek. Beberapa menit  kemudian datanglah si kang Gojek, masih cukup muda. Perkiraan umur 30-an. Gue  berlalu sama di kang GoJek, sekilas gue perhatiin si bapak ngelihatin kita dengan  meongo. Kasihan... :(. Pengen rasanya turun dari GoJek & bilang ke kang GoJeknya  kalau harus balik lagi & cancel atau gimana biar bisa ngojek sama bapak itu.  Gue ngga yakin kalau si bapak itu semisal mau diajak bergabung di GoJek pun bakal  ngerti cara how it works-nya sampai ke pemakaian aplikasinya. Jadi inget  bapak-bapak sepuh kan ojek bau minyak angin deket kos yang dulu sering gue pakai  jasanya."



pengalaman naik gojek, pengalaman lucu naik gojek,gojek,go jek,go-jek,ojek,motorcycle taxi,cara pesan   gojek,cara memesan gojek,aplikasi gojek, daftar gojek,daftar go jek,daftar go-jek,sejarah   gojek,nadiem makarim,siapa nadim makarim,ide awal gojek,ide awal go-jek, penemu gojek,cara daftar   grabbike,grabbike,grab bike,cara pesan grab bike,cara pesan grabbike,cara memesan grabbike,cara   memesan grab bike





Pengalaman naik gojek yang tak kalah unik dan bikin ketawa juga dialami penumpang yang oder dari Monas untuk tujuan terminal Grogol.

Setelah order dan menunggu 5 menit ngga ada respon, setelah 10 menit juga belum ada tanda-tanda ada gojek yang nyamperin. Setelah hampir 15 menit belum juga ada konfirmasi akhirnya ditunggu sambil jalan ke halte busway. 
 
Ngga lama kemudian tiba-tiba ada jawaban dari driver gojek.

Akhirnya terjadi dialog-dialog berikut :

"Mas, ini saya yg pesen gojek. Mas nya dimana?"
"Saya ada di Gambir. Kalo mau ke MK dari gambir belok kemana ya?"
 
Ternyata calon penumpang juga tidak begitu hafal jalanan :) 
 "Duh saya juga ngga tau mas, coba mas nya tanya-tanya juga".

Lima menit selanjutnya driver pun datang, ngga pakai helm dan jaket khas gojek. 
 
 "Mba xxxx ya?"
"Gojek?"
"Iya"
"Kok mas ngga pakai jaket gojek?" 
 "iya, belum dapat mba"

"Masih baru ya?"
"Iya mba, ini baru hari ke-3" dengan logat jawan yang kental.
 
 Perasaan udah ga enak.

"Tapi mas tahu kan jalan ke terminal grogol?"
"Hmmm..Ngga tahu mba (sambil nyengir-nyengir)"
"Waduh"
"Emang mba juga ngga tahu?"
"Ngga tahu mas"
"Ya sudah mba pakai ini saja (sambil nunjukin GPS yang ada di hpnya). Mba bisa tolong pegangin ngga?"
£€&*0(¥₩@%$#@$#;@$

Dengan pasrah akhirnya meng-iya-kan daripada ngga nyampai pikirnya. Tapi ternyata eh ternyata, sudah pakai GPS tetep saja nyasar karena pas diarahin jalan lurus, mungkin karena ngga jeleas kedengaran akhirnya driver  belok kiri.

"Yah mas, harusnya tadi itu lurus"
"Salah ya Mba?"
"..."
 
Ternyata mas gojek nya salah belok dan masuk ke perumahan.
"Mas kalau dari GPS-nya harusnya ngga ke sini"
"Coba mas tanya dekat-dekat sini"

Akhirnya mas gojek nanya sama bapak-bapak yang ada di pinggir jalan.
Selesai nanya....
"Mba tadi katanya apa ya?"
"Belok kiri dulu, kemudian lurus, dan terus kanan"
"Oh iyaaa. Mba ngga buru-buru khan?"
€×^&%)(*&^#$@ (makin bete)

Setelah melalui perjalanan panjang monas-grogol, sampai juga akhirnya ke tempat tujuan, alhamdulillah. Mba penumpang akhirnya turun, kemudian bayar, bilang terimakasih dan langsung ngacir.  Ternyata bisnya belum ada.... Setelah lima menit kemudian, mas gojek yang tadi nganterin lewat lagi di depan mba penumpang yang tadi pesan.

"Loh kok balik lagi mas?"
"Iya mba, lagi nyari jalan keluar terminalnya. Mba nunggu disini ya?"
"Iya mas, ini lagi nunggu bis"
"Nunggunya di sini ya mba?"
"Iya mas"
"Gapapa mba sendirian?"
"Nggapapa mas"
"Yaudah saya duluan mba ya"
"Yaaaaa"
 
 
Masih banyak pengalaman-pengalaman naik gojek yang menarik untuk didengar, ada gembira, sedih, iba atau mungkin bikin bete juga, semua berproses.
 
Dengan adanya sistem ojek online ini, maka saat kita jadi penumpang ada baiknya juga bijak dan tahu kapan saatnya memilih ojek-ojek tradisional/pengkolan atau kapan saatnya menggunakan ojek online.
 
 
Tidak jarang memberi lebih juga membuat kita bahagia. Jika cerita pengalaman naik gojek ini bermanfaat, silakan dibagi.
 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pengalaman Naik Gojek"

Poskan Komentar