Ide Awal Gojek

Dari manakah ide awal gojek yang saat ini sedang booming diperbincangkan?
 
Ojek sebagai salah satu moda transportasi yang sudah sangat lama keberadaanya merupakan pilihan transportasi yang banyak digunakan  untuk menembus kepadatan dan kemacetan lalu lintas terutama di kota-kota yang lalu lintasnya padat seperti Jakarta. 

Bayangin aja saat jam-jam padat kendaraan tapi ada pekerjaan atau keperluan yang harus dilakukan sehingga mau ngga mau harus keluar rumah/kantor padahal waktu sudah mepet. Macet dan ribet untuk sampai lokasi tujuan saat jam-jam padat tersebut tentu akan repot jika naik angkutan umum sejenis mobil/bus. Solusinya adalah ojek. Apakah ini ide awal gojekSudah tahu jenis-jenis layanan gojek?

"Bang", "Anterin kesini yak", "Berapa"? "Bisa kurang ngga"? "Berapa jadinya?" "Ok-lah".

Dialog-dialog seperti diatas biasa tejadi ketika kita mau naik ojek. Tawar menawar harga sudah biasa dan itu sah-sah saja saat mau naik ojek. Kalo udah deal, jalan dehh wuzzz !!! 


Namun yang menjadi kendala adalah tidak jarang terjadinya perbedaan taksiran harga yang pantas untuk suatu tujuan  tertentu dari sisi pengojek atapun penumpang. Pengojek memberi harga sekian tapi bagi penumpang harga tersebut dirasa terlalu mahal, jadi deh lama tawar-menawar harga. Apakah tawar menawar ini juga sebagai ide awal gojek?

ide awal gojek



Ide Awal Gojek
Berikut adalah gambaran ide awal gojek yang dituturkan langsung oleh founder-nya dalam salah satu acara talkshow di salah satu TV swasta.
 
Sebelum memutuskan untuk benar-benar fokus ke gojek, Nadiem Makarim yang pernah bekerja di Zalora sebagai Co-Founder & Managing Editor Zalora Indonesia dan juga sebagai Chief Innovation Officer Kartuku juga sering menggunakan jasa ojek untuk ke kantor. Macet dan padatnya ibukota  Jakarta menjadikan ojek sebagai pilihan terbaik. 


Baca juga siapa Nadiem Makarim

ide awal gojek go-jek


Rutinitas kerja yang sering menuntut untuk melakukan meeting/pekerjaan yang sifatnya berpindah-pindah tempat dalam jadwal waktu yang ketat mengharuskannya untuk dapat bergerak cepat menyesuaikan jadwal kerja yang ada. Karena tuntutan kerja dengan mobilitas tinggi maka ia memerlukan transportasi yang cepat dan ini sangat sulit dipenuhi jika menggunakan mobil, maka ojeklah pilihan yang tepat baginya. 

Ojek sangat efisien dan fleksibel dalam menembus kemacetan Jakarta. Rutinitas dalam menggunakan jasa ojek ini menjadikannya akrab dengan dunia per-ojek-an serta obrolan-obrolan ringan keseharin tukang ojek.

Dari obrolan-obrolan ringan tersebut ia mengetahui bahwa ternyata sebagian besar tukang ojek menghabiskan waktunya untuk mangkal di pangkalan sambil menunggu penumpang. Biasanya di tempat mangkal mereka menerapkan sistem antrian antara sesama tukang ojek. Beruntung kalau pas giliran  pas dapat ramai dan dapat penumpang sebab tidak jarang pula saat kondisi sepi penumpang. Lamanya waktu yang dihabiskan ojek untuk menunggu penumpang sering tidak sebanding dengan jumlah yang diperoleh hari itu, sudah mangkal berjam-jam bahkan sampai seharian namun hanya dapat 3 atau mungkin 4 penumpang bahkan bisa kurang. 

ide awal gojek


Minimnya order yang diambil ojek ini akhirnya memicu ojek untuk menawarkan harga yang kadang dirasa memberatkan oleh penumpang, sehingga tidak jarang terjadi tawar menawar harga yang alot. Kondisi inilah yang sering membuat penumpang tidak nyaman. 

Dari fenomena tersebut dapat dilihat kedua pihak yaitu pengojek dan penumpang sama-sama merugi, pengojek semakin sedikit order dan bagi penumpang merasa dirugikan dengan harga yang kadang berat baginya sehingga harus berlama-lama menawar.




Baca juga cara cepat pesan makanan lewat gojek

Selain itu keberadaan ojek yang dibutuhkan penumpang juga tidak selalu ada saat diperlukan. Misal saat jam pulang kantor/kerja dimana banyak permintaan tapi ojek yang ada sangat terbatas dan tidak mencukupi, sebaliknya saat tidak perlu ojek justru sering terlihat para pengojek yang sedang mangkal.

Berangkat dari kondisi-kondisi itu akhirnya tercetuslah ide agar orang dapat memesan ojek melalui ponsel dengan mudah tanpa harus jalan ke pangkalan ojek. Apalagi tidak semua orang yang ingin naik ojek dekat dengan pangkalan ojek, sehingga untuk naik ojek harus berjalan mencari pangkalan ojek terdekat.



ide awal ojek gojek


Seperti umumnya sebuah usaha maka diawal-awal gojek diluncurkan pada 2011, Go-Jek juga mengalami kendala yaitu dalam perekrutan ojek yang mau diajak bergabung, maklum pada tahun tersebut gojek masih mengandalkan SMS dan teleon untuk melakukan order. Hal ini berbeda dengan kondisi sekarang, setelah gojek meluncurkan aplikasi Go-Jek Android/iOS maka ribuan orang dengan mengunduh aplikasi tersebut untuk bergabung dalam gojek baik sebagai driver atau sebagai pelanggan.



Ini cara pesan gojek untuk antar jemput

Dari tulisan diatas ternyata ide awal gojek berangkat dari hal-hal yang sebenarnya sering kita rasakan juga khususnya bagi mereka-mereka yang tinggal atau bekerja di kota besar yang penuh kemacetan seperti Jakarta yaitu kebutuhan akan transportasi yang efektif dan efisien untuk mobilitas yang tinggi di tengah padatnya lalu lintas dengan tetap menjaga rasa nyaman dan aman bagi penggunanya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ide Awal Gojek"

Poskan Komentar